Monday, August 3, 2015

Cara Agar Smartphone Tidak Cepat Panas

Sahabat, saking asyiknya menjelajahi dunia virtual lewat ponsel pintar, banyak orang lupa waktu. Tak terasa, bodi ponsel panas karena digunakan terlalu lama.

Anda pun tentu tidak menyadari bahwa meningkatnya suhu pada ponsel pintar disebabkan karena penggunaan berlebihan sehingga kinerja baterai pada ponsel menjadi panas. Selain itu, kinerja prosesor atau komponen lain pada ponsel pintar juga bisa menimbulkan panas berlebihan. Jika sudah seperti itu, ada baiknya Anda berhenti sejenak dan biarkan ponsel rehat.

Memang, belum banyak yang tahu bahwa suhu panas smartphone sebetulnya berbahaya. Ponsel akan beresiko meledak atau terbakar saat suhu semakin meninggi. Untuk itulah, pengguna harus mengerti betul penyebab suhu pada smartphone meningkat agar terhindar dari hal-hal membahayakan.

1. Sinyal tidak stabil

Kondisi sinyal atau jaringan yang tidak selalu dalam keadaan baik membuat kinerja smartphone meningkat lantaran terus mencari jaringan secara ekstra. Akibatnya, komponen ponsel jadi panas. Lokasi Anda berada atau tinggal bisa menjadi penyebabnya.
Dalam keadaan seperti itu, sebaiknya Anda tidak menggunakan device untuk browsing. Aktivitas pencarian tersebut cukup memberikan pengaruh pada proses kinerja ponsel yang terus menerus mencari ketersediaan jaringan.


2. Aplikasi aktif secara bersamaan
Penggunaan aplikasi yang dijalankan sekaligus jika terlalu lama bisa mengakibatkan prosesor pada smartphone cepat panas. Lantaran sibuk, hal itu kerap dihiraukan oleh orang. 
Boleh jadi, orang jarang memperhatikan hal itu, karena pada waktu bersamaan ia menjalankan lima aplikasi sekaligus atau serentak. Akibatnya, kinerja prosesor ponsel Anda menjadi berat. Karena itulah, Anda perlu menutup aplikasi saat selesai menjalankannya sebelum menjalankan yang lain.

3. Jangan digunakan saat mengisi daya
Tidak disarankan memakai ponsel saat sedang diisi dayanya. Selain memperburuk kondisi baterai, hal itu membahayakan, karena ponsel akan lebih cepat panas. Jika sudah seperti itu, ponsel berisiko meledak atau bahkan terbakar.
Anda tentu masih ingat dengan kasus banyaknya ledakan ponsel akibat digunakan saat sedang diisi daya. Kasus tersebut terjadi lantaran pengguna smartphone tidak sabar saat melakukan charging yang memakan waktu cukup lama.
Solusinya, Anda sebaiknya memilih ponsel dengan teknologi pengisian daya yang didukung teknologi VOOC Flash Charging. Teknologi tersebut mempersingkat waktu ponsel untuk mengisi daya.
Salah satu ponsel yang memiliki teknologi itu adalah Oppo R7. Dengan melakukan 30 menit pengisian daya, baterai ponsel sudah terisi hingga 75 persen. Pada dasarnya teknologi VOOC ini didesain untuk menghindari kelebihan pengisian daya atau overload.

4. Gunakan charger asli
Kasus meledaknya smartphone sering disebabkan karena kesalahan menggunakan perangkat charger dari pihak ketiga atau bukan asli bawaan pabrik. Kejadian seperti itu kerap dilupakan oleh setiap orang. Biasanya, jika kondisi baterai ponsel lemah, pengguna smartphone akan panik dan sembarang meminjam pengisi daya ponsel lain.
Pada dasarnya, pabrik smartphone sudah menyediakan charger yang disesuaikan dengan daya yang dibutuhkan. Tiap pengisi dayanya akan berbeda kemampuan.
Sama halnya ketika teknologi VOOC Flash Charging yang hanya bisa digunakan oleh smartphone yang didukung oleh teknologi tersebut, misalnya Oppo R7. Namun demikian, teknologi VOOC itu juga didukung dengan adapter terintegrasi oleh smartchip MCU yang mengatur arus listrik secara otomatis saat pengisian daya.
Karena itulah, meski arus listrik berbeda, tapi charger tersebut juga dapat digunakan oleh ponsel lain dengan fungsi sebagai charger biasa. Namun, jika digunakan untuk mengisi daya ponsel seperti R7 yang mendukung VOOC, maka chip MCU akan mendeteksinya. Dengan begitu, keamanan saat melakukan pengisian daya tetap terjaga sehingga ponsel tidak cepat panas

No comments:

Post a Comment